Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan konsumsi dan individu. Menurut Adi Irawan, perilaku konsumen indonesia dikategorikan menjadi :
Pendekatan nilai guna (utility) kardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang
- Berpikir jangka pendek
- Tidak terencana
- Suka berkumpul
- Gagap teknologi
- Berorientasi pada konteks
- Suka buattan luar negri
- Beragama (Religious)
- Gengsi
- Budaya lokal
- Kurang peduli lingkungan
A. Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatan nilai guna (utility) kardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang
diperoleh seorang konsumen dapat diukur atau dinyatakan sebagai kuantitif.
Pendekatan nilai guna ordinal adalah manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsi barang - barang kuantitif / tidak dapat diukur. Pendekatan ini muncul karena adanya keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan carrdinal tidak memiliki kelebihan.
Persamaan cardinal dan ordinal
sama- sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang - barang yang harganya tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya .
Perbedaan cardinal dan ordinal
Nilai guna (utility) kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan / angka. Sedangkan analisis ordinal biasanya besar utility dapat dinyatakan dalam angka / bilangan. Analisis cardinal menggunakan alat analisis yang dinamakan marginal utility (pendekatan marginal). Sedanggkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .
B. Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Elastisitas juga merupakan salah satu konsep penting untik memahami berbagai macam persalahan dalam ekonomi.
Pendekatan nilai guna ordinal adalah manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsi barang - barang kuantitif / tidak dapat diukur. Pendekatan ini muncul karena adanya keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan carrdinal tidak memiliki kelebihan.
Persamaan cardinal dan ordinal
sama- sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang - barang yang harganya tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya .
Perbedaan cardinal dan ordinal
Nilai guna (utility) kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan / angka. Sedangkan analisis ordinal biasanya besar utility dapat dinyatakan dalam angka / bilangan. Analisis cardinal menggunakan alat analisis yang dinamakan marginal utility (pendekatan marginal). Sedanggkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .
B. Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Elastisitas juga merupakan salah satu konsep penting untik memahami berbagai macam persalahan dalam ekonomi.
- Elastisitas Harga Permintaan
adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang / jasa, yang diakibatkan perubahan harga barang / jasa tersebut. - Elastisitas Silang
adalah menunjukan hubungan antara jumlah barang yang di minta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Terdapat 3 macam respons perubahan permintaan suatu barang.- Elastisitas Silang Positif
- Elastisitas Silang Negatif
- Elastisitas Silang Nol
- Elastisitas Pendapatan
adalah suatu perubahan (peningkatan / penurunan) dari pada pendapat konsumen yang akn berppengaruh terhadap permintaan berbagai barang.
0 komentar:
Posting Komentar